1. Defenisi
a. Hormon Spesifik
b. Penyakit Tiroktosikosis
4. Gambaran
Klinis
5. Tes
Diagnostik
6. Komplikasi
7. Penatalaksanaan
Perubahan pada kelenjar tiroid ini mirip dengan perubahan akibat kelebihan TSH. Akan tetapi,, dari penelitian dengan pengukuran radioimunologik dapat ditunjukkan bahwa pada sebagian besar penderita besarnya konsentrasi TSH dalam plasma adalah lebih kecil dari normal, dan seringkali nol. Sebaliknya, pada sebagian besar penderita dijumpai adanya beberapa bahan yang mempunyai kerja mirip dengan kerja TSH yang ada dalam darah. Biasanya bahan – bahan ini adalah antibody immunoglobulin yang berikatan dengan reseptor membrane yang sama dengan reseptor yang mengikat TSH. Bahan – bahan tersebut merangsang aktivasi
Indikasi pemberian OAT adalah :
Pengobatan dengan yodium radioaktif
indikasi pengobatan dengan iodium radioaktif adalah :
1.Pasien umur 35 tahun ke atas
2.Hipertiroidisme yang kambuh setelah operasi
3.gagal mencapai remisi sesudah pemberian OAT
4.tidak mampu atau tidak mau dengan pengobatan OAT
5.Adenoma toksik, goiter multinudular toksik
Operasi
indikasi operasi adalah :
1.pasien umur muda dengan struma yang besar
2.pada wanita hamil yang membutuhkan OAT dalam dosis besar
3.alergi terhadap OAT
4.adenoma toksik atatu struma multinodular toksik
5.pada penyakit graves yang berhubungan dengan satu atau lebih nodul.
Pengobatan tambahan
1.sekat beta adrenergic
2.yodium
3.ipodate
4.litium
Dalam kes hyperthyroidism / thyrotoxicosis, hormon tiroid T3 dan T4 didapati lebih tinggi daripada orang biasa. Antara penyebab penyakit ini ialah :
- Grave's disease. Antibodi di dalam badan
menyebabkan tiroid membesar dan mengeluarkan lebih hormon. Selalunya semua
(atau sebahagian besar) sel tiroid orang yang menghidapi penyakit ini
mengeluarkan hormon berlebihan
- Thyroiditis (tiroid bengkak). Selalunya
keadaan ini boleh elok sendiri
- Toxic nodule goitre. Terlalu banyak iodin di
dalam makanan
Tata laksana penyakit
Obat anti tiroid
- PENGKAJIAN
- BIODATA
- RIWAYAT KESEHATAN


- POLA FUNGSI KESEHATAN (
GORDON )
aktivitas
|
0
|
1
|
2
|
3
|
4
|
Mandi
Berpakaian / Berdandan
Eliminasi
Mobilitas ditempat tidur
Ambulansi
Makan
|
√
√
√
√
√
√
|
- PEMERIKSAAN FISIK
Parameter
|
Nilai
|
|
Mata ;
Respon verbal ;
Respon Motorik/gerak
;
|
Membuka secara
spontan
Terhadap suara
Terhadap nyeri
Tidak berespon
Orientasi baik
Bingung
Kata-kata tidak
jelas
Bunyi tidak jelas
Mengikuti perintah
Gerakan lokal
Fleksi, menarik
Fleksi abnormal
Ekstensi abnormal
Tidak ada
|
4
3
2
1
5
4
3
1
6
5
4
3
2
1
|
Skala
|
Kenormalan /kekuatan (%)
|
Ciri-ciri
|
0
1
2
3
4
5
|
0
10
25
50
75
100
|
Paralisis total
Tidak ada gerakan,
teraba/terlihat adanya kontraksi otot
Gerakan otot penuh
menentang gravitasi dengan sokongan
Gerakan normal
menentang gravitasi
Gerakan normal penuh
menentang gravitasi dengan sedikit penahanan
Gerakan normal
penuh, menentang gravitasi dengan penahanan penuh
|
Indikasi pemberian OAT adalah :
Pengobatan dengan yodium radioaktif
- Data Fokus
- Analisa Data
Symtom
|
Problem
|
Etiologi
|
DS. –
DO.
-
hipertensi
-
nyeri pada leher
-
distensi abdominal (menahan nyeri)
DS. –
DO.
-
Nafsu makan berkurang
-
Mual mutah
-
Penurunan berat badan
DS. –
DO.
-
Gelisah
-
Takhikardi
-
Mual
-
Hipertensi
-
Kelemahan
-
Badan terasa lemah
DS. –
DO.
-
Sukar bernafas
-
Bengkak pada leher
-
Batuk
-
Sering mengeluarkan mukus
DS :
DO:
-
Gelisah
-
tidak mengetahui penyebab penyakitnya
.
DS :
DO :
-
Keterbatasan ROM
-
Postur tubuh tidak
stabil selama makan aktivitas rutin
-
Tidak ada koordinasi
gerak
-
Ganguan pola tidur
DS. –
DO.
-
Nyeri abdomen
-
Hipertensi
-
Cemas
DS. –
DO.
-
Mulut berbau
-
Penampilannya kotor
-
Giginya tampak kuning
DS. –
DO.
-
Pasien membutuhkan bantuan untuk melakukan
aktivitas
-
Respon terhadap
aktivitas menunjukkan nadi dan tekanan darah abnormal
-
Dispnea dan ketidak
nyamanan yang sangat
-
Pasien keliahatan
menahan nyeri
|
Nyeri akut
Ketidakseimbangan nutrisi kurang
dari kebutuhan tubuh
Ansietas
Bersihan jalan nafas tidak
efektif
Kurangnya pengetahuan
Kerusakan mobilitas fisik
Gangguan pola tidur
Kurang perawatan
diri
Intoleransi aktivitas
|
Luka post op
Penurunan keinginan untuk makan
sekunder akibat mual-mual
Faktor fisiologis
obstruksi trakea, spasme laringeal
Tidak familiarnya sumber informasi penyakit.
Kerusakan musculoskeletal dan neuromaskuler
nyeri pada leher
Kelemahan
Nyeri
|
- DIAGNOSA
KEPERAWATAN DAN PRIORITAS MASALAH
- Nyeri akut berhubungan dengan luka pasca operasi
- Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan
obstruksi trakea, spasme laringeal.
- Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
berhubungan dengan penurunan keinginan untuk makan sekunder akibat mual
muntah.
- Kerusakan mobilitas fisik berhubungan dengan
kerusakan musculuskeletal dan neuromaskuler
- Intoleransi aktivitas berhubungan dengan nyeri
- Ganguan pola tidur berhubungan dengan nyeri pada
leher
- Kurang
perawatan diri berhubungan dengan kelemahan
- Ansietas berhubungan dengan faktor fisiologis
- Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan tidak
familiarnya sumber informasi penyakit.
- PERENCANAAN
(INTERVENSI)
Waktu
|
No. DX
|
Tujuan
|
Intervensi
|
Rasianal
|
|
Tgl
|
Jam
|
||||
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
|
Setelah dilakukan
tindakan keperawatan .... x 24 jam
Diharapkan nyeri dapat
terkontrol dengan kriteria hasil :
Nyeri hilang atau terkontrol
-
160501 mengenal faktor penyebab nyeri
-
160502 mengenali lamanya obat (onset) sakit
-
160509 mengenali gejala nyeri
-
160511 melaporkan nyeri sudah terkontrol
NOC KRITERIA :
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan selama...x 24 jam. Diharapkan mampu membersihkan sekresi pada
jalan nafas, dengan kriteria hasil :
Kepatenan jalan nafas :
-
041004 frekuensi pernafasan dalam rentang normal
(16-24x/mnt)
-
041006 mampu mengeluarkan spuntum
-
041007 tidak ada suara nafas tambahan
-
041008 mendemonstrasikan batuk efektif dan suara
nafs yang bersih tidak ada sianosis.
NOC KRITERIA :
1. Tidak pernah
ditunjukkan
2. Jarang ditunjukkan
3. kadang – kadang
ditunjukkan
4. sering ditunjukkan
5. terus menerus
ditunjukkan
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan ...x 24 jam
diharapkan pasien kebutuhan nutrisi
terpenuhi dengan kriteria hasil :
Status nutrisi
-
100801 peningkatan berat badan sesuai dengan tujuan
-
100802 tidak ada tanda mal nutrisi
-
100401 intake nutrisi
-
100402 intake makanan dan cairan
-
100405 peningkatan BB sesuai dengan tujuan
-
100407 tidak ada tanda mal nutrisi
NOC KRITERIA :
1.
Tidak pernah ditunjukkan
2.
Jarang ditunjukan
3.
kadang – kadang ditunjukkan
4.
sering ditunjukkan
5.
terus menerus ditunjukkan
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan selama ...X24 jam. Diharapkan pasien mampu melakukan pergerakan
secara mandiri dengan kriteria hasil :
Mobility Level :
020803 pergerakan otot
020804 pergerakan sendi
020805 ajarkan untuk
menggerakkan badan
020807 mampu mengerakkan sendi
dengan mandiri
NOC KRITERIA
1.
memerlukan bantuan
total dari orang lain.
2.
membutuhkan bantuan orang lain dan alat bantu
3.
membutuhkan bantuan dari orang lain
4.
tidak membutuhkan bantuan alat bantu
5.
tidakmemerlukan bantuan dari siapapun
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan ...... X 24 jam. Pasien dapat beraktivitas baik dari sebelumnya
dengan kriteria hasil :
Toleransi aktivitas :
-
000503 Respirasi rate dalam rentang normal untuk
aktivitas
-
000504 tekanan darah sistolik dalam rentang normal
ubtuk aktivitas
-
000505 tekanan darah diastole dalam rentang
aktivitas
-
000513 melaporkan kemampuan ADLS
NOC KRITERIA :
1. Sangat ditoleransi
2. Dapat ditoleransi
3. Ditoleransi seimbang
4. Agak ditoleransi
5. tidak ditoleransi
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan ... x 24 jam jumlah dan kualitas tidur lebih baik dari sebelumnya
dengan kriteria hasil :Tidur
-
000402 observasi lamanya tidur
-
000403 pola tidur
-
000404 kualitas tidur
-
000406 tidur tidak terganggu
-
000408 perasaan segar setelah tidur
-
000414 vital sent dalam rentang normal
NOC KRITERIA :
1.
Tidak pernah ditunjukkan
2.
Jarang ditunjukan
3.
kadang ditunjukkan
4.
sering ditunjukkan
5.
terus menerus ditunjukkan
Setelah dilakukan tindakankeperawatan ...x24 jam,
diharapkan kebersihan klien terjaga dengan kriteria hasil :
ADC
030001 makan
030002 berpakaian
030003 toileting
030004 mandi
030005 berhias
030006 higiene
NOC KRITERIA
1.
memerlukan bantuan
total dari orang lain.
2.
membutuhkan bantuan orang lain dan alat bantu
3.
membutuhkan bantuan dari orang lain
4.
tidak membutuhkan bantuan alat bantu
5.
tidakmemerlukan bantuan dari siapapun
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan .... x 24 jam
diharapkan kecemasan akan hilang dengan
kriteria hasil :
-
140201 monitor intensitas kecemasan
-
140202 menghilangkan tanda-tanda kecemasan
-
-140206 menggunakan strategi koping positif
-
140207 dapat mengontrol cemas
NOC KRITERIA :
1. Tidak pernah ditunjukkan
2.Jarang ditunjukan
3.kadang ditunjukkan
4.sering ditunjukkan
5.terus menerus ditunjukkan
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan selama... x 24 jam. Diharapkan pasien mengetahui tentang penyebab
penyakit, dengan kriteria hasil :
pengetahuan tentang proses
penyakit
-
180301 Familiar dengan proses penyakit
-
180302 Mendiskripsikan proses penyakit
-
180303 Mendiskripsikan faktor penyebab penyakit
-
180305 Mendiskripsikan efek penyakit
-
180306 Mendiskripsikan tanda dan gejala penyakit
NOC KRITERIA :
1. Kurang pengetahuan
2. Pengetahuan terbatas
3. Pengetahuan cukup
4. Banyak Pengetahuan
5. Pengetahuan Sangat
Luas
|
Manajemen Nyeri
-
kaji secara konfrehensif tentang nyeri meliputi :
lokasi, karakteristik, dan onset durasi, frekuensi kualitas,
intensif/beratnya nyeri dan faktor-faktor presipitasi
-
berikan analgesik sesuai dengan anjuran
-
tingkatkan tidur/istirahat yang cukup
-
monitor kenyamanan
-
pasien
terhadap manajemen nyeri
-
berikan informasi tentang nyeri seperti penyebab,
berapa lama terjadi dan tindakan pencegahan.
Airway Management
-
Buka jalan nafas.
-
Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi.
-
Kolaborasi pemberian bronkodilator bila perlu
-
Atur intake untuk cairan mengoptimalkan
keseimbangan
-
Monitor respirasi dan status O2
Manajemen nutrisi :
-
monitor adanya
penurunan berat badan.
-
kaji kemampuan klien untuk mendapatkan nutrisi yang
dibutuhkan.
-
Berikan makanan pilihan pada klien
-
Kolaborasi dengan ti ahli gizi tentang nutrisi yang
dibuat
-
Tingkatkan protein dan vitamin.
-
Catat adanya mual muntah.
Exercise therapy :
Join mobility
-
Pertahankan posisi yang nyaman
-
monitor lokasi dan sifat ketidaknyamanan/nyeri
sebelum bergerak
-
kaji tindakan control nyeri sebelum memulai latihan
-
lakukan ambulansi sebanyak mungkin jika
memungkinkan
-
kolaborasi dengan fisioterapi dalam program
latihan.
Terapi Aktivitas
-
untuk memilih aktivitas yang sesuai dengan
kemampuan fisik.
-
bantu memfokuskan apa yang dapat pasien kerjakan
-
bantu kebiasaan aktivitas fisik (ambulansi,
berpindah, dan personal higiene/oral care jika diperlukan)
-
bantu meningkatkan motivasi dan reinforcement.
Meningkatkan Tidur :
-
monitor dan catat pola tidur dan lamanya tidur
pasien
-
catat tanda fisik ( sesak nafas, obstruksi jalan nafas
dan nyeri)
-
Atur lingkungan untuk meningkatkan tidur
-
bantu untuk menghilangkan masalah sebelum tidur
-
terapkan tindakan kenyamanan message dan kenyamanan
pasien.
Self care assistence
-
pantau kemampuan klien untuk melakukan perawatan
diri secara mandiri
-
pantau kebutuhan klienuntuk penyesuaian penggunan
alat untuk personal hiegiene, toileting dan makan
-
dorong klien untuk mandi tetapi berikan bantuan
ketika klien tidak dapat melakukan
-
sediakan barang-barang yang diperlukan klien
seperti deodoran, sabun mandi, sikat gigi dan lain-lain.
-
menentukan aktivitas perawatan diri yang sesuai
dengan kondisi secara rutin.
Penurunan kecemasan :
-
tenangkan klien
-
kaji tingkat kecemasan dan reaksi fisik pada
tingkat kecemasan (tachypnea, ekspresi cemas, non verbal, tachicardya)
-
berikan pengobatan untuk menurunkan panas dengan
cara yang tepat
-
bantu klien untuk mengidentivikasi situasi yang
menciptakan cemas
Mengajarkan proses penyakit
-
Tentukan tingkat pengetahuan klien sebelumnya.
-
Jelaskan proses penyakit (pengertian, etiologi,
tanda dan gejala)
-
Berikan dorongan kepada pasien untuk menggungkapkan
pendapat.
-
jelaskan
pengelolaan perawatan yang dilakukan.
|
-
untuk mengetahui terjadinya komplikasi nyeri lebih
lanju
-
membantu menghilangkan nyeri dan meningkatkan penyembuhan
-
meningkatkan kenyamanan
-
meningkatkan relaksasi dan meningkatkan kemampuan
koing pasien.
-
untuk bernafas lebih efektif
-
Agar pasien mudah bernafas
-
Agar klien leluasa untuk bernafas
-
Agar tidak kekuarangan cairan
-
Untukmengetahui perkembangan lebih lanjut
-
mengetahui perubahan berat badan
-
mengetahui nutrisi yang dbutuhkan klien
-
agar pasien mau makan
-
untuk memberikan nutrisi yang tepat untuk pasien
-
Meningkatkan daya tahan tubuh
-
Memantau pengeluaran
cairan dalam tubuh.
-
mencegah iritasi dan komplikasi
-
mengurangi nyari
-
imobilisasi yang lama dapat menimbulkan dekubitus
-
kerjasama dalam perawatan
-
untuk mengetahui aktivitas yang dapat klien
lakukan.
-
memilih aktivitas yang sesuai dengan kemampuan
klien
-
membentu pemenuhan kebutuhan keperawatan diri
-
memberikan support pada klien
-
mengetahui kualitas tidur pasien
-
untuk mengetahui penyebab ganguan tidur
-
meningkatkan kenyaman tidur
-
mengurangi gangguan tidur
-
memberikan kenyamanan pada saat tidur
-
untukmeningkatkan kenyaman klien
-
untuk memberikan rasa nyaman pada klien
-
membantu memenuhi kebutuhan klien
-
untuk kenyamanan klien
-
menghilangkan cemas
-
untuk mengetahui tingkat kecemasan klien
-
memberikan ketenangan pada klien
-
untuk mengetahui penyebab cemas
-
Untuk mengetahui tingkat pengetahuan klien
-
Agar klien mengetahui tentang penyakitnya
-
Untuk pengkajian lebih lanjut
-
Untuk kenyamanan klien
|
||
- KESIMPULAN
- SARAN
